Tampilkan postingan dengan label lele sangkuriang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lele sangkuriang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

PELIHARA LELE DILAHAN KRITIS

MUDAH DAN MENGUNTUNGKAN


Selama ini pemeliharaan ikan air tawar selalu melekat dengan konotasi air yang melipah. Tanpa ada stok air yang cukup, berarti tidak dapat melakukan usaha ternak ikan. Kalaupun umumnya masyarakat tahu bahwa pemeliharaan Lele bisa dilakukan di air yang kotor. Tetap dalam benak masyarakat bahwa airnya juga harus cukup banyak. Oleh karena itu usaha pemeliharaan Lele dilakukan diareal penampungan limbah akhir rumah tangga.


Budidaya dan pembesaran Lele jenis Sangkuriang, seperti yang telah dilakukan oleh Mitra Usaha Lele Sangkuriang Kracak, Leuwiliang malah membuktikan lain. Dilahan sawah tadah hujan dapat dilakukan usaha pemeliharaan atau pembesaran Lele jenis Sangkuraing hanya dengan memanfaatkan sumur kecil yang digali sedalam 1,5 meter. Rembesan air sawah yang sangat kecil ini dapat dimanfaatkan oleh Mitra Usaha Lele Sangkuriang Kracak, Leuwiliang ini untuk usaha pembesaran Lele sebanyak 100.000 ekor benih. Sungguh ini bukanlah jumlah yang kecil, tapi sudah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan.

Lebih lanjut silahkan hubungi via email: lele.sangkuriang.cirangkong@gmail.com

MERAKIT KOLAM TERPAL

UNTUK BUDIDAYA DAN PEMELIHARAAN LELE SANGKURIANG


Material yang dibutuhkan untuk membuat kolam untuk melakukan usaha budidaya dan pemberasarn Lele jenis Sangkuriang ini adalah:

1. Bambu dengan ukuran diameter diatas 4 cm
Bambunya harus sudah kering, tua dan berserat padat. Sehingga tidak mudah busuk atau rusak hingga usia penggunaan lebih dari 2 (dua) tahun.


2. Terpal Plastik yang tebal dan berkualitas baik
Dimana serat terpal plastik harus padat dan tidak mudah bocor. Bukan hanya tidak bocor semata, material plastik juga harus baik. Dimana bahan pembuatan terpal ini juga tidak mudah luntur atau mengelupas sehingga malah bisa mencemari air kolam tempat ikan Lele Sangkuriang dipelihara.

3. Sekam padi, sebagai alas tempat Terpal Plastik diletakkan.


Langkah yang harus dilakukan:

1. Tancapkan tiang bambu kedalam tanah, dengan jarak 1 meter antar tiang, secara rapi mengelilingi areal kolam yang berukuran 5 x 10 atau sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.


2. Bambu dibelah menjadi ukuran 2-3 cm. Ukuran panjang bambu yang dibelah, sesuaikan dengan stok bambu yang dimiliki.

3. Paku atau ikat bambu yang dibelah secara horizontal, memanjang mengikat antar tiang yang sudah ditancapkan. Pada sisi bawah kolam dengan tingkat kerapatan yang lebih padat, supaya menjadi penyangga Terpal Kolam yang nantinya akan diisi air. Semakin keatas bisa semakin longgar. Bila lengkap padat dari sisi bawah ke sisi atas juga tidak masalah?! cuma akan dibutuhkan jumlah bambu yang lebih banyak.


4. Bila sudah selesai rangka kolam yang terbuat dari bambu. Selanjutnya pada dasar tempat Terpal Plastik kolam akan dipasang, ditebar dengan sekam padi secara merata. Maksudnya agar Terpal Plastik tidak mudah robek atau bocor saat petani atau pekerja masuk kedalam kolam. Dan juga agar benih ikan Lele tidak mudah terluka disaat berbenturan dengan dasar kolam akibat perkelahian dan kejar-kejaran antar benih Lele dalam kolam pemeliharaan.

5. Lalu sisi tepi Terpal Plastik (bagian bibir atas kolam) dipaku atau diikat secara rapat dan merata pada seluruh keliling Terpal Plastik. Tujuannya agar Terpal Plastik solid, kuat dan rapat terikat. Sehingga tidak mudah robek karena menanggung beban berat air dalam kolam.


6. Lalu terakhir Kolam Terpal Plastik diisi air hingga kedalaman +/- 1 meter. Lalu diamkan air kolam selama 3-7 hari, jangan ditebar benih Lele dulu! Tujuannya agar air kolam matang dan ideal untuk ditabur benih. Masa pematangan air ini juga disesuaikan dengan kondisi air. Karena setiap daerah akan mempuinyai kondisi air yang berbeda-beda pula. Untuk kondisi tertentu air kolam perlu ditambahkan sari kotoran kambing atau kelinci. Ada pula kondisi air yang kaya akan zat sulfur, untuk kondisi seperti ini perlu di naturalisasi dengan enceng gongok. Setelah air matang, baru kolam siap untuk ditebar bibit ikan Lele Sangkuriang. Dimana ukuran bibit Lele Sangkuriang yang paling ideal/baik untuk dilepas adalah ukuran diatas 7-8 cm. Dan sangat tidak disarankan bilamana menabur benih lebih kecil dari ukuran 7-8 cm.

Senin, 26 Juli 2010

Lele Sangkuriang Kracak


Bicara Lele Sangkuriang tidak lepas dari Desa Kracak tempat usaha ikan Lele Sangkuriang dalam terpal yang saat ini mulai santer jadi pembicaraan bagi banyak pertani Ternak Lele.

Prinsip beternak Lele bagi Mitra Usaha Lele Kracak adalah Kemitraan. Jadi beternak Lele harus sama-sama menguntungkan. Supaya usaha Lele ini dapat meningkatkan tingkat kesejetahteraan para petani yang menjalankan usaha ini.